Sabtu, 09 April 2011

Hakikat Sebuah Kecantikan

Janganlah kalian melihat wanita dari sisi kecantikannya saja. Karena kecantikan bukanlah segala-galanya. Betapa banyak dibalik kecantikannya, ternyata dia wanita yang lancang lidahnya, suka menyebarkan rahasia dan rambut suaminya cepat beruban karena tingkah lakunya.

Kalau telah menikah dengannya dan punya anak, dia khawatir mereka akan disia-siakan kalau menceraikannya. Terkadang dia tidak perduli terhadap semua itu, maka dia ceraikan istrinya demi ketenangan dirinya walaupun yang lainnya tersia-sia.

Lalu apakah yang akan dipetik dari kecantikan seperti ini,..?

Kemudian yang namanya kecantikan adalah relatif; berbeda-beda menurut pandangan manusia. Seorang wanita yang cantik menurut sebagian orang, tidaklah demikian menurut sebagian yang lainnya. Begitu pula sebaliknya.

Betapa banyak wanita yang dibuat cantik oleh akhlaknya, kemuliaan leluhurnya, agamanya dan kasih sayangnya terhadap suami. Maka wanita tersebut di sisi suaminya lebih mahal dari pada dunia.

Betapa banyak lelaki yang mencintai seorang wanita
yang tidak begitu cantik, tetapi menurutnya, dia merupakan wanita yang paling cantik.

Dikisahkan dari Isma’il bin Jami’ bahwa dia menikah dengan perempuan hitam bernama Maryam, bekas budak milik suatu kaum. Setelah dia memiliki kedudukan yang dekat dengan Khalifah Ar-Rasyid, dia merasa rindu dengan si hitam tersebut-padahal dia dalam keadaan safar.

Maka dia pun berkata menyebut-nyebutnya, menyebutkan tempat mencumbuinya dan tempat keduanya berkumpul padanya,

Apakah malamku di Qafaa Al Hasshah akan kembali Di kubah yang penuh dengan lampu dan cahaya
Asap pedupaan terus membumbung dengan kayu gaharu Laksana membumbungnya gelombang angin topan

Bau misik berhembus kepada kami melalui celah-celah baju tipisnya Batang ‘Anbar semerbk bunga mawar di atas api bakarnya Maryam berada di atas baju-baju yang halus berkali-kali bernyanyi diiringi kecapi



Maka berkatalah Khalifah Ar-Rasyid -dan dia mendengar dendang sya’irnya, “Celaka kamu, siapakah Maryammu yang kamu sifati seperti bidadari?!!” Dia manjawab, “Istriku.” Lalu dia pun menyifatinya dengan perkataan yang melebihi apa yang disifatkan dalam sya’irnya.

Maka Khalifah Ar-Rasyid mengirim utusan ke Hijaz, lalu dibawalah wanita tersebut. Ternyata dia adalah wanita hitam, tidak jelas bicaranya dan memiliki bibir sangat tebal.

Maka Ar-Rasyid berkata kepadanya, “Celaka kamu, inikah Maryam yang penyebutannya melebihi dunia?” Dia menjawab “Wahai tuanku, sesungguhnya ‘Umar bin Abi Rabi’ah berkata,

Mereka mentertawakan padahal mereka telah berkata padanya Akan terlihat baik pada setiap mata yang dia cinta

Seorang anak muda mencintai wanita yang sudah tua, kenapa hal ini terjadi? Maka dia berkata,

Aku telah mencintai wanita yang telah beruban dan besar anaknya Manusia memiliki pendapat berbeda pada apa yang dicinta

Kenapa seorang wanita meninggalkan lelaki yang tampan, cintanya diberikan kepada kepada seorang yang jelek? Maka dia menjawab, “Selera tidak bisa memilih-milih.” Kemudian bersenandung,

Jangan kau cela orang yang cinta karena seleranya Setiap orang yang diperhamba akan dibebani oleh tuannya Dia sangka kekasihnya tampan dan gagah Walau sang kekasih dari bangsa kera

Yang lainpun berkata,

Aku tergila-gila karena cinta kepada seorang yang hitam hingga Karena cinta padanya, kepada anjing hitam aku tergila-gila

Ketampanan dan kecantikan adalah perkara yang relatif. Dan kami tidak menganggapnya sebagai perkara yang ideal. Kami (tidak) mengatakan bahwa hal itu tidak perlu, tapi yang kami maksud adalah bahwa hal itu bukanlah segalanya.

Dan apa yang dikatakan kepada kaum lelaki tentang hal ini, dikatakan pula kepada kaum wanita. Bahwa ketampanan seseorang adalah terletak pada akhlak dan baiknya dia dalam bergaul.

Jumat, 08 April 2011

"Wanita Ibarat Bunga"

"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salehah"

Jangankan lelaki biasa,nabipun terasa sunyi tanpa wanita.Tanpa mereka,hati,fikiran,perasaan lelaki akan resah.Masih mencari walaupun sudah ada segala-galanya.Apalagi yang tidak ada di syurga,namun Nabi Adam AS tetap merindukan Siti Hawa.Wanita Ibarat bunga...cantik indah nya pada pandangan mata hanya sementara...yang kekal menjadi pujaan manusia,hanyalah wanita yang muliaakhlaqnya...karena akhlaq wanita ibarat bunga diri...tiada guna berwajah cantik tetapi akhlaq buruk...tiada guna juga berwajah cantik tetapi hati kosong dari ilmu...Ibarat bunga...ada yang cantik bila dipandang tetapi busuk baunya...adapula yang kurang menarik dan baunya kurang menyenangkan...ada juga bunga yang kurang menarik pada pandangan mata kasar... tetapi bila dihalusi dengan mata hati,ternyata amat tinggi nilainya.

Wanita adalah makhluk Allah yang amat istimewa. Kemuliaan dan keruntuhan sesuatu bangsa terletak di tangan wanita.Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu,istri atau puteri.Sebagaimana eratnya hubungan siang dan malam yang saling melengkapi,begitu juga lelaki dan wanita diciptakan untuk saling melengkapi.Setiap lelaki dan wanita memiliki tugas dan kewajiban yang berlainan,sesuai dengan fitrah masing-masing.Namun,tujuan hidup setiap lelaki dan wanita adalah sama,yaitu mencari ridha Allah (Mardhatillah) Oleh karena itu,Allah telah menetapkan hukumnya bagi mereka Allah SWT berfirman QS.Annisa ayat 24 Yang Artinya :"Barangsiapa yang mengerjakan amalah yang soleh baik lelaki maupun wanita sedang ia seorang yang beriman maka mereka itu masuk kedalam syurga dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.

"Rasulullah SAW telah memerintahkan supaya kaum wanita diperlakukan menurut fitrah ia dijadikan.Sebagaimana dalam sabdanya: "Berlaku baik lah terhadap kaum wanita lantaran mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok pada bagian yang teratas,jika kamu coba untuk meluruskannya kamu akan mematahkannya dan jika kamu membiarkan nya ia akan tetap bengkok,maka berlaku baiklah terhadap kaum wanita kamu." (HR.Bukhari Muslim)

Luruskan lah wanita dengan cara petunjuk Allah.Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya:Tuntun mereka untuk menemukan jati dirinya...Sebagai anak,dia menjadi anak yang salehah...Sebagai remaja dia akan menjadi remaja yang bersemangat... Sebagai isteri,dia menjadiisteri yang menyenangkan dan menenangkan hati suaminya. Sebagai ibu,dia akan mendidik anak nya dengan penuh rasa kasih sayang,,,dan pastinya sebagai hamba Allah,dia akan menjadi hamba yang tunduk dan menyerah diri hanya kepada-NYa.

Rasullah juga turut memerintahkan umatnya supaya memperlakukan wanita sebaik-baiknya sebagaimana sabdanya:"Mereka yang paling sempurna diantara kalian yang ikhlas adalah mereka yang mempunyai akhlaq yang terbaik dan yang terbaik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya."(HR.At-Tirmizdi)

"JANGAN COBA JINAKAN MEREKA DENGAN HARTA, NANTI MEREKA SEMAKIN LIAR. JANGAN HIBUR MEREKA DENGAN KECANTIKAN,NANTI MEREKA SEMAKIN MENDERITA. AKALNYA SETIPIS RAMBUTNYA,TEBALKAN DENGAN ILMU.HATINYA SERAPUH KACA, KUATKAN DENGAN IMAN. PERASAANNYA SELEMBUT SUTERA HIASILAH DENGAN AKHLAQ."

Nilai wanita dalam islam amat bertentangan dengan apa yang diperjuangkan oleh wanita barat.Nilai wanita bukan terletak pada feysen pakaiannya yang menonjol,berhias diri untuk memperlitakan kecantikannya,tetapi hakikatnya ialah pada kesopanan,rasa malu dan keterbatasan dalam pergaulan.

Bahagiakan hidup mereka,walaupun tidak jadi ratu cantik dunia,presiden,perdana mentri negara atau women gladiator.Bisikan ketelinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan.Itu bukan diskriminasi Tuhan.Sebaliknya disitulah kasih sayang Tuhan,karena rahim wanita yang lembut itulah yang mengandung para lelaki perkasa,negarawan,karyawan,jutawan dan wan-wan lain nya....Tidak akan lahir superman tanpa superwoman.

Wanita yang lupa hakikat kejadian nya,pasti tidak terhibur dan tidak bisa menghibur orang lain.Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri,apalagi mengenal lelaki.Kini bukan saja banyak boss telah kehilangan secretary,bahkan anak pun akan kehilngan ibu,suamikehilangan istri dan bapak akan kehilangan puteri.Bila wanita durhaka dunia akan huru hara.Bila tulang rusuk patah,rusaklah jantung,hati dan limpa.

Tanpa ilmu,iman dan akhlaq,mereka bukan saja tidak bisa diluruskan,bahkan mereka pula membengkokkan.
"LEBIH BANYAK LELAKI YANG DIRUSAKKAN OLEH PEREMPUAN DARIPADA PEREMPUAN YANG DIRUSAKKAN OLEH LELAKI.SEBODOH-BODOH PEREMPUAN PUN BISA MENUNDUKAN SEPANDAI-PANDAI LELAKI.

Para lelaki pula jangan hanya mengharap ketaatan tetapi binalah kepemimpinan.Pastikan sebelum memimpin wanita menuju allah PIMPINLAH DIRI SENDIRI DAHULU KEPADA-NYA.Jinakan diri dengan Allah,niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita.

"JANGAN MENGHARAP ISTRI SEPERTI SITI FATIMAH,KALAU PRIBADI BELUM LAGI SEPERTI SAYIDINA ALI"

Kesehatan yang Islam Ajarkan

Mandi pagi sebelum subuh paling tidak sejam sebelum matahari naik. Air dingin yang meresap ke dalam badan bisa mengurangi lemak menggumpal. Kita menyaksikan orang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.

Rasulullah SAW, mengamalkan minum segelas air putih dingin (bukan es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah terkena sakit).

Waktu sholat memperpanjang sujud sejenak. Ia bisa menjauhkan dari sakit pening atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.

Ada larangan kita memakan daging darat bercampur dengan daging binatang laut. Nabi pernah mencegah memakan ikan bersama susu. Dikhawatirkan akan cepat mendapatkan penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan dalam daging ayam mengandung ion + manakala dalam ikan mengandung ion -, jika dalam suapan ayam bercampur dengan ikan maka terjadi reaksi biokimia yang terhasil yang bisa merusak usus.

Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ilmuwan telah menjumpai bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (enzyme adalah pencerna makanan, tanpanya makanan tidak tercerna dengan sempurna)

Semoga bermanfaat, bersama kita mengamalkannya........

Langkah Praktis Menghindari Tekanan Beban Hidup

”Seorang Dosen sedang memberi kuliah tentang Stress management, dia mengangkat segelas air dan bertanya kepada mahasiswanya ” Berapa berat segelas air ini pada fikiran anda semua”??
Mahasiswa mengatakan beratnya sekitar dari 20 gram hingga 500 gram.

”Ini bukanlah masalah berat secara total, tetapi tergantung kepada berapa lama anda memegangnya. Jika salah pegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya pegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan terasa sakit. Dan jika saya pegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggil Ambulans untuk saya, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat”. Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya”.

”Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,beristirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah, dari kantor dan sebagainya, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan membawanya pulang! Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pikiran anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa...!!! setelah istirahat ambil kembali.
Hidup ini singkat, penuh berbagai masalah. Tidak pandai menghadapi persoalan hidup mendatangkan STRESS.

*********

Sholat lima waktu bisa menjadi saat terbaik mengistirahatkan akal dan pikiran. Kekhusyukan dalam sholat menjadi peluang terbaik. Seluruh persoalan dunia terlepas. Fokus menghadap Sang Pencipta.
Bahkan lebih dari itu, sholat adalah saat seorang hamba menghadap dan memohon apapun dari Allah.
Termasuk memohon kekuatan untuk menyangga beban kehidupan yang ada. Istirahat dan memperoleh kekuatan dariNya.







`~ Hakikat Pikiran dan Perasaan ~`

 ANDA bukanlah apa yang ANDA PIKIRKAN dan ANDA bukanlah apa yang ANDA RASAKAN. Tapi Anda dapat BELAJAR banyak dari apa yang ANDA PIKIRKAN dan apa yang ANDA RASAKAN... ANDA adalah ANDA yang MERDEKA dari PIKIRAN dan PERASAAN yang MEMENGARUHI ANDA... dan HANYA ALLAH tempat ANDA bergantung, So, jangan gantungkan diri ANDA kepada PIKIRAN dan PERASAAN ANDA, apalagi kepada orang lain di luar sana

Anda BUKANLAH apa yang Anda PIKIRKAN. Anda adalah Anda, dan Si Pikiran adalah Si Pikiran. Anda bertugas sebagai LEADER dan PENGAMAT bagi Si Pikiran. Jika Si Pikiran sedang NEGATIF, maka cukup amati saja dan beristighfarlah, dan jika Si Pikiran sedang POSITIF maka SUPPORTlah ia... Tak perlu stress berusaha mengendalikan Si Pikiran, sebab seringkali justru pikiran yang berhasil mengendalikan Anda...

ALLAH hadirkan PIKIRAN & PERASAAN (2P) kepada Anda sebagai UJIAN. UJIAN dalam bentuk keSENANGan atau penDERITAan. IBLIS dan Syaitan pun MEMENGARUHI dan MENGGODA manusia melalui 2P ini. Sehingga kita harus LIHAI membedakan mana 2P dari Syaitan dan mana 2P dari Tuhan. Itu sebabnya kita butuh KITABULLAH untuk memfilternya.... Anda bukanlah 2P, tapi 2P bertugas memengaruhi Anda...

Karena ANDA bukanlah yang ANDA PIKIRKAN, maka jika hadir PIKIRAN yang "Bukan-Bukan" maka tenang saja sebab pelakunya bukanlah Anda, kecuali jika Anda "mengamini" dan "menikmati" Pikiran yang "bukan-bukan" itu ... TOLAKlah pikiran yang "bukan-bukan" itu dengan cara MENGABAIKANnya, TA'AWUDZ, dan BERISTIGHFAR kepada ALLAH.....

Perhatikan EMOSI/PERASAAN Anda, nasehatilah ia sesering mungkin dengan ayat-ayat Ilahi, dan mintalah Allah agar menenangkan sang Emosi. Anda bukanlah Emosi yang Anda rasakan. Anda mah Anda, Emosi mah ya Emosi. Kalau Emosi sedang menteror Anda dan tidak mau diajak berdamai, maka berdo'alah "Hasbunallah wani'mal wakiil, ni'mal maula wani'man nashiir"

So, Tidak perlulah PIKIRAN dan PERASAAN Anda menganalisa takdir Allah yang belum terjadi atas diri Anda... sehingga Anda gelisah karena analisa Anda dan bukan gelisah karena takdir Nya... sebab takdirNya nanti masih belum terjadi pada diri Anda .... maka sebaiknya rasakan saja kehadiran Anda bersamaNya di setiap "saat" maka Anda niscaya selalu dijagaNya... Jangan Takut dan Jangan Khawatir... PenjagaanNya sangatlah sempurna...

Bebaskan diri Anda dari pikiran Anda sendiri . SEJATINYA, Anda berbuat negatif bukanlah karena pikiran Anda , tapi karena Anda sendiri yang kok mau-maunya dipengaruhi oleh Pikiran Anda . Itu sebabnya kelak Anda lah yang bertanggung jawab di hadapan Allah, bukan pikiran Anda . Kelak Pikiran hanya menjadi Saksi dalam penghisaban Anda, sebagaimana Penglihatan, Pendengaran, dan Fuad yang menjadi saksi. Pikiran adalah ujian, tempat syaitan membisikkan banyak hal. Belajar mencuekkan pikiran berarti belajar mencuekkan syaitan. Yuwaswisu fii shuduurinnaas...

Anda adalah Anda yang diwakili oleh RUH yang telah dititipkanNya... RUHlah yang seharusnya menjadi DRIVER/KENDALI dalam kehidupan Anda yang singkat ini...sehingga jangan serahkan KENDALI kehidupan Anda kepada PIKIRAN dan PERASAAN Anda...

"Ya Allah, jangan izinkan emosiku, pikiranku, dan jasadku mengikat, mencemari, dan memengaruhi kefitrahan Ruh titipanMu ini. Tolong jagalah Ruh dariMu padaku ini, sehingga Ruh ini tetap bisa menjadi Driver bagi kehidupanku..."

Sahabat, semoga kita terlindungi dari hal menuhankan dan mengbadi kepada Pikiran dan Perasaan... sebabhanya Allah lah yang berhak dituhankan, sedangkan pikiran, perasaan, dan orang lain adalah sebagai pembelajaran dan kawan sinergi untuk bersama-sama bertemu Allah, insya Allah..

So, kalau ada yang memarahi Anda seperti ini :"Dasar Bodoh, kamu memang tidak punya PIKIRAN"

Maka jawablah :"Saya memang tidak punya apa2, semua milik Allah, Pikiran mah Pikiran dan saya mah saya.."

^_^

Wallahu alam 


diteruskan dr Kang Zen Abdullah 20.10.2010  jam 20:42 

Kamis, 07 April 2011

Pengertian Iri dan Dengki

Iri hati dan dengki hati adalah dua dari beberapa sifat buruk manusia yang juga disebut sebagai penyakit batin. Kedua sifat buruk atau penyakit batin tersebut sebenarnya memiliki pengertian yang tidak sama namun bisa disebut bersumber dari penyebab yang sama. Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan anugerah, rezeki atau kesuksesan yang didapat oleh orang lain, dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Sedangkan dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia atau mendapat nikmat atau kesuksesan dan berusaha untuk menghilangkan kebahagiaan, nikmat atau kesuksesan tersebut.
Rasa iri dan dengki baru tumbuh apabila orang lain menerima kenikmatan, kesuksesan atau kebahagiaan. Biasanya jika seseorang mendapatkan nikmat, kesuksesan atau kebahagiaan, maka akan ada dua sikap reaksi yang akan timbul pada manusia lainnya. 1) Ia benci terhadap nikmat yang diterima orang lain dan senang bila nikmat itu hilang daripadanya. Sikap reaksi inilah yang disebut perpaduan antara dengki dan iri hati. 2) Ia tidak menginginkan nikmat itu hilang dari orang lain, tapi ia berusaha keras bagaimana mendapatkan nikmat semacam itu. Sikap reaksi kedua ini dinamakan keinginan. Dari kedua sikap reaksi manusia tersebut sikap iri dan dengki yang bisa membahayakan atau membawa bencana bagi orang lain. Sebagian manusia cenderung tidak mampu mengelakkan diri dari sifat iri dan dengki ini. Sifat buruk ini bisa terjadi pada setiap manusia dalam berbagai hal, yakni antara lain iri dan dengki kepada tetangga yang punya mobil baru, iri dan dengki kepada rekan yang baru naik jabatan, iri dan dengki kepada seseorang di kantor atau di sekolah yang lebih trampil atau pintar, dan lain sebagainya.


Sumber : blog.unand.ac.id/ampera

Penyebab Timbulnya Rasa Iri dan Dengki

Rasa iri dan dengki biasanya banyak terjadi di antara orang-orang terdekat; antar keluarga, antar teman sejawat, antar tetangga dan orang-orang yang berdekatan lainnya. Sebab rasa iri dan dengki itu timbul karena saling berebut pada satu tujuan dan itu tak akan terjadi pada orang-orang yang saling berjauhan, karena pada orang yang berjauhan cenderung tidak ada ikatan sama sekali.
Iri dan dengki antar sesama manusia disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah:
  1. Merasa dirinya paling hebat, terlampau kagum dan pemujaan terhadap kehebatan dirinya. Ia keberatan bila ada orang lain melebihi dirinya. Ia takut apabila koleganya mendapatkan kekuasaan, pengetahuan atau harta yang bisa mengungguli dirinya.
  2. Kesombongan, Ia memandang remeh orang lain dan karena itu ia ingin agar dipatuhi dan diikuti perintahnya. Ia takut apabila orang lain memperoleh kenikmatan atau kesenangan, dan menyebabkan orang tersebut berbalik dan tidak mau tunduk kepadanya.
  3. Kikir, orang seperti ini senang bila orang lain terbelakang dari dirinya, seakan-akan orang lain itu mengambil dari milik dan simpanannya. Ia ingin meskipun nikmat itu tidak jatuh padanya, agar ia tidak jatuh pada orang lain. Ia tidak saja kikir dengan hartanya sendiri, tetapi kikir dengan harta orang lain. Ia tidak rela ada kenikmatan pada orang lain.
  4. Karena sudah ada permusuhan. Ini adalah penyebab kedengkian yang paling parah. Ia tidak suka orang lain menerima nikmat, karena dia adalah musuhnya. Maka akan diusahakannya jangan ada perolehan kebajikan pada orang tersebut. Bila musuhnya itu mendapat kenikmatan atau kebahagian, hatinya menjadi sakit karena bertentangan dengan tujuannya. Permusuhan itu tidak saja terjadi antara orang yang sama kedudukannya, tetapi juga bisa terjadi antara atasan dan bawahannya. Sehingga sang bawahan misalnya, selalu berusaha menggoyang kekuasaan atasannya.
  5. Takut mendapat saingan. Bila seseorang menginginkan atau mencintai sesuatu maka ia khawatir kalau mendapat saingan dari orang lain, sehingga tidak terkabullah apa yang ia inginkan. Karena itu setiap kelebihan yang ada pada orang lain selalu ia tutup-tutupi. Bila tidak, dan persaingan terjadi secara sportif, ia takut kalau dirinya tersaingi dan kalah. Dalam hal ini bisa kita misalkan dengan apa yang terjadi antardua wanita yang memperebutkan seorang calon suami, atau sebaliknya. Atau sesama murid di hadapan gurunya, seorang pegawai dengan pegawai lainnya untuk mendapatkan perhatian yang lebih banyak dari atasannya, dan sebagainya.
  6. Ambisi memimpin, senang pangkat dan kedudukan. Ia tidak menoleh kepada kelemahan dirinya, seakan-akan dirinya tak ada tolok bandingnya. Jika ada orang ingin menandinginya, tentu itu menyakitkan hatinya, ia akan mendengkinya dan menginginkan lebih baik orang itu habis saja karirnya, atau paling tidak hilang pengaruhnya.
Sumber : blog.unand.ac.id/ampera