Kalau telah menikah dengannya dan punya anak, dia khawatir mereka akan disia-siakan kalau menceraikannya. Terkadang dia tidak perduli terhadap semua itu, maka dia ceraikan istrinya demi ketenangan dirinya walaupun yang lainnya tersia-sia.
Lalu apakah yang akan dipetik dari kecantikan seperti ini,..?
Kemudian yang namanya kecantikan adalah relatif; berbeda-beda menurut pandangan manusia. Seorang wanita yang cantik menurut sebagian orang, tidaklah demikian menurut sebagian yang lainnya. Begitu pula sebaliknya.
Betapa banyak wanita yang dibuat cantik oleh akhlaknya, kemuliaan leluhurnya, agamanya dan kasih sayangnya terhadap suami. Maka wanita tersebut di sisi suaminya lebih mahal dari pada dunia.
Betapa banyak lelaki yang mencintai seorang wanita
yang tidak begitu cantik, tetapi menurutnya, dia merupakan wanita yang paling cantik.
Dikisahkan dari Isma’il bin Jami’ bahwa dia menikah dengan perempuan hitam bernama Maryam, bekas budak milik suatu kaum. Setelah dia memiliki kedudukan yang dekat dengan Khalifah Ar-Rasyid, dia merasa rindu dengan si hitam tersebut-padahal dia dalam keadaan safar.
Maka dia pun berkata menyebut-nyebutnya, menyebutkan tempat mencumbuinya dan tempat keduanya berkumpul padanya,
Apakah malamku di Qafaa Al Hasshah akan kembali Di kubah yang penuh dengan lampu dan cahaya
Asap pedupaan terus membumbung dengan kayu gaharu Laksana membumbungnya gelombang angin topan
Bau misik berhembus kepada kami melalui celah-celah baju tipisnya Batang ‘Anbar semerbk bunga mawar di atas api bakarnya Maryam berada di atas baju-baju yang halus berkali-kali bernyanyi diiringi kecapi
Maka berkatalah Khalifah Ar-Rasyid -dan dia mendengar dendang sya’irnya, “Celaka kamu, siapakah Maryammu yang kamu sifati seperti bidadari?!!” Dia manjawab, “Istriku.” Lalu dia pun menyifatinya dengan perkataan yang melebihi apa yang disifatkan dalam sya’irnya.
Maka Khalifah Ar-Rasyid mengirim utusan ke Hijaz, lalu dibawalah wanita tersebut. Ternyata dia adalah wanita hitam, tidak jelas bicaranya dan memiliki bibir sangat tebal.
Maka Ar-Rasyid berkata kepadanya, “Celaka kamu, inikah Maryam yang penyebutannya melebihi dunia?” Dia menjawab “Wahai tuanku, sesungguhnya ‘Umar bin Abi Rabi’ah berkata,
Mereka mentertawakan padahal mereka telah berkata padanya Akan terlihat baik pada setiap mata yang dia cinta
Seorang anak muda mencintai wanita yang sudah tua, kenapa hal ini terjadi? Maka dia berkata,
Aku telah mencintai wanita yang telah beruban dan besar anaknya Manusia memiliki pendapat berbeda pada apa yang dicinta
Kenapa seorang wanita meninggalkan lelaki yang tampan, cintanya diberikan kepada kepada seorang yang jelek? Maka dia menjawab, “Selera tidak bisa memilih-milih.” Kemudian bersenandung,
Jangan kau cela orang yang cinta karena seleranya Setiap orang yang diperhamba akan dibebani oleh tuannya Dia sangka kekasihnya tampan dan gagah Walau sang kekasih dari bangsa kera
Yang lainpun berkata,
Aku tergila-gila karena cinta kepada seorang yang hitam hingga Karena cinta padanya, kepada anjing hitam aku tergila-gila
Ketampanan dan kecantikan adalah perkara yang relatif. Dan kami tidak menganggapnya sebagai perkara yang ideal. Kami (tidak) mengatakan bahwa hal itu tidak perlu, tapi yang kami maksud adalah bahwa hal itu bukanlah segalanya.
Dan apa yang dikatakan kepada kaum lelaki tentang hal ini, dikatakan pula kepada kaum wanita. Bahwa ketampanan seseorang adalah terletak pada akhlak dan baiknya dia dalam bergaul.
